Empat Santri Ponpes Zainul Hasan Genggong Raih Prestasi Internasional

Berkat bonggol jagung bekas, empat santri dan santriwati asal Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo, berhasil mengharumkan nama ibu pertiwi di ajang kompetisi internasional.

Lomba bergengsi itu diselenggarakan oleh KIPA (Korea Invention Promotion Association), pada Bulan Desember 2021. Perlombaan yang digelar secara virtual itu, diikuti ratusan peserta dari sejumlah negara.

Sementara, empat santri dan santriwati Genggong itu mewakili Lembaga, Provinsi dan Negara, dalam Seoul International Invention Fair (SIIF).

Delegasi empat anak (2 putra dan 2 Putri) yang meraih the second winner (silver Medal) adalah dari sekolah MA Model Genggong. Meraka yakni Moch Hilu Maulidy; XII IPA B. M. Ahsan Anwar Shiddiqy; XII IPA B. Evelyn Dytia Nabila; X IPA dan Aulia Nazwa Billah; X IBB.

“Temuan ini berawal dari kegelisahan akan nasib bangsa yang dikenal dengan sebutan penghasil limbah terbesar. Sehingga kami berinisiasi untuk memulainya dari bonggol jagung bekas,” kata Moch Hilu Maulidy, pada Kamis (20/1/2022).

Latar belakang mengikuti lomba, kata dia, adalah ingin mengasah pengetahuan di ajang interanational dan dapat membuktikan jika Indonesia kaya akan lahan pertanian yang harus dimanfaatkan untuk masyarakat luas.

Empat santri dan santriwati itu mempraktikkan cara mengolah bonggol jagung tersebut. Bonggol jagung ditumbuk hingga sedikit halus. Kemudian dibantu peralatan khusus untuk memperhalus dan membuat kemasan yang sama dengan teh celup pada umumnya. Selanjutnya, dikemas dan diberi label Zea Mays.

WhatsApp Image 2022 01 20 At 17.27.08
Empat Santri asal Genggong saat mempraktekkan pembuatan teh herbal.

“Minuman herbal ini tujuannya untuk berbagi, bahwa limbah bonggol jagung juga dapat dimanfaatkan menjadi obat pencegahan penyakit jantung koroner,” terang Moch Hilu Maulidy.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Zainul Hasan Genggong, KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah mengungkapkan, keberhasilan dari empat santri dan santriwati ini begitu sangat membanggakan pihak Ponpes Genggong.

“Ini adalah sebuah prestasi yang sangat luar biasa. Ini prestasi yang sudah kesekian kalinya yang diraih oleh santri Genggong, dalam ajang perombaan di internasional. Saya sangat bangga sekali dan sangat berterima kasih kepada para santri dan satriwati,” papar KH Mutawakil Alallah.

“Teh herbal dari bonggol jagung ini rasanya sangat enak dan natural. Apalagi diminum tanpa pakai gula. Hanya saja proses mencelupnya butuh waktu 3-5 menit,” ujar Ketua Umum MUI Jatim itu.